Postingan

Ketika Kita Ingin Dilihat

Masya Allah...... , antum sudah hafal 5 juz ??? Hmmm… Secara fitrah manusia, pastilah senang jika dirinya dipuji. Saat pujian datang -apalagi dari seseorang yang istimewa dalam pandangannya- tentulah hati akan bahagia jadinya. Berbunga-bunga, bangga, senang. Itu manusiawi. Namun hati-hatilah duhai saudaraku, jangan sampai riya’ menghiasi amal ibadah kita karena di setiap amal ibadah yang kita lakukan dituntut keikhlasan.

Puasa dan Dosa

ketika jiwa gersang meliputi raga guyuran air hujan mampu sejukkan semua asa datang kala ia menjelang

Pokoknya Dengan Ujian Apa Pun, Harus Tetap Bersabar!

Gema suara adzan dhuhur yang dikumandangkan Sofyan terdengar dari masjid , menembus dinding-dinding kamar, menyeruak memasuki telinga setiap santri di kampus ini. Membangunkan santri-santri yang sedang qailulah melepaskan kepenatan aktivitas harian, maupun yang masih sibuk dengan rutinitas . Suara muadzin ini masih seperti dulu, besar (seperti orangnya yang gemuk subur) , keras , tapi kurang begitu merdu. Sepertinya yang dia andalkan cuma kerasnya suara saja (ah..aku ini bisanya hanya mengkritik saja). Afwan sobat, aku nggak bermaksud mengejekmu, tapi kenyataannya memang seperti itu kok…. Sejenak terpikir olehku untuk mengakhiri aktivitasku, menyusun buku tauhid proyek dari divisi dieniyah yang akan dibagi kan untuk santri-santri baru. Namun, aku masih saja asyik dan belum beranjak , seakan pantat ini telah menempel di bantal tempat dudukku yang sudah memanas sedari tadi (moga nggak gosong-gosong amat) . Ada saja bagian -bagian kalimat dalam setiap paragraph yang ingin aku teliti...

Seuntai Pesan Untuk Sri (1)

Sri ... sayangku ... kutahu begitu besarnya cintamu padaku yang menggebu bagai ombak di lautan biru Sri...  Kau juga tahu, berat untukku meninggalkanmu dan tak ingin jauh darimu Sri............... Cintaku Kita pun telah sama-sama tahu Orang tua kita telah setuju dengan hubungan yang kita jalin

Titip Pesan SingkaT (SMS)

Begini nieh, kalo hape merk murahan plus jadul, nggak bisa nampung sMs melimpah, apalagi video, lagu2 yng lagi tren, terbatas lah pokonyka. Baru menerima 10 pesan saja, sudah ada peringgatan “Sms tidak masuk karena Penuh”. Mau dihapus eman soale smsnya bermuatan pesan-pesan, kalo nggak dihapus ntar jika ada sms penting nggak tahu. Hape yg skrg kupegang adalah Nokia 3315, warisan dari salah seorang temen. Itu pun sering error, dan kalau udah githu aku banting aja, eh nyala lagi… Alhamdulillah ….  Mau pake Hp yang agak keren dikit blackbery, bluEbery atau bery-bery, khawatir kalo tertangkap ama pengasuh pesantren kerugian yang bakal ku derita banyak, mending dipertahankan (he he ceritanya hp ini agak Ilegal gitu)..
  Your 'Private' Facebook Messages Are Recorded & Seen   Your 'Private' Facebook Message has been seen.. Every word you typed in that message was being observed.. All your Facebook clicks are being watched... That Photo you just saw has been recorded.. Your every word is being tracked.. Even what time you made it is known.. That profile you went onto is recorded.. The comment you made on your friend's status is observed.. Line by line.. Word by word.. Letter by letter.. That poke you gave is recorded.. Did you know even as you read this, you're being watched? As I type this, I am being seen.. That Islamic group you made, is recorded.. That Islamic Society link you put up, is noted down.. The Wedding photo you uploaded recently is observed closely.. You're being watched on Facebook and so I am.. Everyday... Every Hour... Every Minute... Every Second... Watched... Observed... Recorded... Noted... Nothing is hidden. Even your Inte...

Secuil Harapan

Ketika sedang berkunjung di blog teman , ada sebuah tulisan yang menggugah hati ini untuk pantang menyerah hadapi kehidupan meski cobaan mendera. Berkisah tentang nasehat salah seorang ustadznya sebelum ia berangkat menuntu ilmu. Simak langsung aja ya...! Semoga dapat kita ambil hikmahya. Bersabarlah….Semua Pasti ada HIKMAH-nya Masih teringat jelas dalam ingatanku, salah satu pesan yang diberikan oleh ustadzku di Desa ketika aku hendak menempuh pendidikan di Surabaya. Ketika itu, ustadzku bilang “Dimanapun kamu tinggal, terutama di lingkungan pesantren, kamu harus rela berkorban. Baik itu berkorban dengan hartamu, dengan waktu yang kamu miliki, maupun berkorban perasaan sekalipun”.