Every word you typed in that message was being observed..
All your Facebook clicks are being watched...
That Photo you just saw has been recorded..
Your every word is being tracked..
Even what time you made it is known..
That profile you went onto is recorded..
The comment you made on your friend's status is observed..
Line by line..
Word by word..
Letter by letter..
That poke you gave is recorded..
Did you know even as you read this, you're being watched?
As I type this, I am being seen..
That Islamic group you made, is recorded..
That Islamic Society link you put up, is noted down..
The Wedding photo you uploaded recently is observed closely..
You're being watched on Facebook and so I am..
Everyday... Every Hour... Every Minute... Every Second...
Watched... Observed... Recorded... Noted...
Nothing is hidden.
Even your Intention is known... Was it good or bad?
Everything will be revealed.
You can not hide on Facebook..
Spooky right?
Do you feel uncomfortable using Facebook now?
Who is Watching YOU and ME every Second On Facebook?
You Ask..
My Dear Friends,
Allah is All-Seeing And All-Knowing...
And the Angels Record every small detail...
“He utters not any word except that there is with him an observer, ready.” (Qur’an: 50:18)
“And indeed, there are over you scribes, generous and recording. They know what you do.” (Qur’an: 82:10-12)
Be God Fearing And God Conscious !!!
“(Ihsan is) it’s to worship Allah as you are seeing Him and while you see Him not yet truly He sees you.” (Al-Bukhari, Hadith No. 48)
Pada kesempatan kali ini, hanya posting arsip puisi yang sempat aku comot dari blog temenku. Aku belum begitu paham apa maksud puisi ini, semoga pembaca mengetahuinya. Sebenarnya, puisi ini tanpa judul, kemudian mengambil salah satu kata isi, puisi ini keberi judul "Ainul".
"Ainul"
Layu....
Gugur ke telaga seputih salju
Ribuan pasang mata-mata tersentak
Senja itu masih ada
Saat kau lambaikan tangan, tanda perpisahan
Senja itu... masih ada...
Senja itu masih ada
Ketika kau menangis, mengemis iba
Senja itu..... kan selalu ada
Senja itu, masih ada
Disaat aku selalu mengalah
Untuk tetap bertahan meski lara tertahan
Dan kaupun menghilang
Masihkah senja itu ada..........
**********************
Surabaya, 23 - 11 10 pukul 00:43, ketika keheningan malam semakin mengheningkan kesendirian.
hey-hey jumpa lagi, gimana kabarnya. sekian hari, muter-muter cari ide buat posting ndak ketemu juga. meski aku selalu ingat agar menulis dengan hati. kadang heran juga, ada orang yang hatinya sumpek, masih bisa menulis juga, malah bermutu.
Ternyata beban juga ya, bila materi blog tidak sesuai dengan tema blog kita. Dan kondisi aku alami, teman-teman blogger yang udah kunjung blog ini pasti tahu kalo judul blog ini mari belajar bareng-bareng tapi, materi-materi didalam nggak bisa untuk belajar, apalagi belajar bersama.
Nah, untuk kesempatan kali ini, meski ide posting masih sulit modot, kucoba posting sesuatu yang mungkin kita dapat belajar darinya. Yup, postingan ini adalah puisi (walaupun belum memenuhi kriteria, namanya juga belajar). Semoga puisi ini dapat dijadikan bahan belajar atau renungan.
Aku nggak ngerti ini layak disebut puisi apa bukan, persis dengan judul postingan ini. Ndak salahnya kalo dicoba, bagi blogger mania ajarin aku bikin puisi dong!!!! insyallah jadi amal saleh kok..aamiin..
Bersyukurlah!!!
Pujian ini....
Hanya layak untuk-Mu
Dahulu.... kami hanya air hina, lalu Kau jadikan kami mendengar dan melihat
Yang dengannya Kau uji kami
Bersukurkah kami, atau malah kufur
Kau berjanji dan Kau tidak pernah ingkari... jika kami bersyukur
Akan Engkau muliakan kami dengan cahaya pada wajah dan kegembiraan
Dan Kau siapkan rantai, belenggu dan neraka panas jika kami kufur
Ya Rabb, jadikan kami hamba yang s'lalu bersyukur
Karena begitu sulitnya, kata itu untuk dilakukan
Duh,, sulitnya...harus peras otak nih buat merangkai kata-kata yang pas, masalahnya minim mufrodat. ini dulu puisinya. ntar ditambah lagi
disarikan dari kitab At-tadzkirah fi Al-mawa'izh karya Imam Ibnu Al-jauzi


