Postingan

Menampilkan postingan dengan label Renungan

Mesin Waktu

Tergelak menerawang awan Sepi, gelap Melintas batas Mimpi manis penuh harapan Kosong Angker Aku terkesima Terlena terpedaya Ini semua fana

Sebarkanlah rasa cinta

Sebarkanlah rasa cinta yang iklas kepada diri kita, menerima diri kita apa adanya, memaafkan diri dan masa lalu kita. Dan lantas ikuti sesi terapi ini! Tarik nafas panjang lepaskan perlahan ulangi … Perlahan tarik nafas panjang lepaskan.. Rasakan kedamaian dan ketenangan bersemayam di dalam hati dan katakan saya mencintai diri saya.  (Rica Irma Dhiyanty Cht)  Belajar menerima kesalahan orang lain adalah suatu kunci yang sangat penting untuk menciptakan hubungan yang sehat bertumbuh abadi. Ingatlah emosi tidak pernah menyelesaikan masalah yang ada. Jadi selalulah berpikir dewasa. Mengapa suatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasan tersendiri. Janganlah kita menjadi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti. Mari belajar menjadi seorang yang dewasa.  (Rica Irma Dhiyanty Cht) 

Pokoknya Dengan Ujian Apa Pun, Harus Tetap Bersabar!

Gema suara adzan dhuhur yang dikumandangkan Sofyan terdengar dari masjid , menembus dinding-dinding kamar, menyeruak memasuki telinga setiap santri di kampus ini. Membangunkan santri-santri yang sedang qailulah melepaskan kepenatan aktivitas harian, maupun yang masih sibuk dengan rutinitas . Suara muadzin ini masih seperti dulu, besar (seperti orangnya yang gemuk subur) , keras , tapi kurang begitu merdu. Sepertinya yang dia andalkan cuma kerasnya suara saja (ah..aku ini bisanya hanya mengkritik saja). Afwan sobat, aku nggak bermaksud mengejekmu, tapi kenyataannya memang seperti itu kok…. Sejenak terpikir olehku untuk mengakhiri aktivitasku, menyusun buku tauhid proyek dari divisi dieniyah yang akan dibagi kan untuk santri-santri baru. Namun, aku masih saja asyik dan belum beranjak , seakan pantat ini telah menempel di bantal tempat dudukku yang sudah memanas sedari tadi (moga nggak gosong-gosong amat) . Ada saja bagian -bagian kalimat dalam setiap paragraph yang ingin aku teliti...

Kenapa Kotori Mulut Kita ???

Bagaimanakah perasaanmu jika diumpat-umpat oleh orang yang tidak kau dikenal??? padahal kamu tidak bersalah. Atau mungkin kau mengenalnya dan kau melakukan kesalahan (sedikit/buannyak, karena pada hakekatnya kita memang diberi kelebihan mudah melakukan kesalahan), apakah kita akan sakit hati???? Apalagi mengumpatnya bukan sembarang umpatan, akan tetapi umpatan kelas kakap, Kalo bahasa jawanya dipisuhi, Ingglisnya diFucky, Arabnya di bahluli, Jepangnya dikotomi, dan lain-lainlah. Intinya, kamu pasti tidak suka kan??? nggak berkenan kan?? Naluri manusia (yang masih nor... lho..), pasti nggak enak hati jika ada orang yang meremehkan, mengumpat, memarahi, melecehkan atau apalah yang berkonotasi menrendahkan atau menjatuhkan jati dirinya. Hati kecilnya pasti akan miris banget, dan memubuatnya memendam dendam yang nggak ketulungan, dan mungkin si korban ingin membalas dengan balasan setimpal bahkan lebih.

Begitu cepatnya kebersamaan kita (1)

Tak terasa tiga tahun lebih, aku tinggal dikampus ini, kampus II Panceng yang kata teman-temanku penjara suci kurang lebih satu tahun plus di kampus I Surabaya dua tahun. Banyak kejadian aku alami, dan begitu banyak pelajaran aku ambil dari kehidupan seperti ini. aku nggak pernah menyangka, bertemu dengan Afdil, anak Flores yang tampangnya serrrreeem tapi sebenarnya dia baik dan kocak. Disini juga ada Wakit, Dadang, Harun dan masih banyak lagi. Mereka semua berasal dari luar pulau jawa. Dan kini, detik-detik perpisahan di depan mata. Sering, ketika kami sedang ngobrol santai aku berkata kepada mereka; "aku nggak bisa banyangin, jika kita berpisah dan kita tidak bisa lagi bercanda tertawa, sharing dan tentunya belakar bersama". Dan mereka selalu diam, jika aku mengatakan itu, dan aku pun tahu, mereka juga merasakan apa yang kurasakan, tapi mereka lebih rindu dengan kampung halaman mereka, orang tua mereka dan kenangan manis mereka ketika berada di rumah. Apa boleh buat, per...