Ada ungkapan lama yang nggak bakalan lekang dimakan usia dan patut dijadikan bahan renungan: “Hidup untuk makan atau makan untuk hidup?” Idealnya, kita makan untuk hidup, namun seringkali kita lupa,sehingga menganggap kalau hidup kita hanya untuk makan. Postingan kali ini bukan mau membahas itu, apalagi berfilosofi tentangnya (nggak nyampe sob). Aku hanya ingin bercerita saja tentang kejadian yang kualami dalam aktivitas keseharian (makanya aku labelin mydiary (meski lebih tepat disebut uneg-uneg, biar ngejreng githu). Tentu saja cerita yang ada kaitannya dengan makan-memakan sesuai judul. Ha ha ha hemmm nyaem-nyaemmmm…... Siang tadi, seperti biasa selepas shalat dhuhur di masjid kampusku “Aqsal Madinah”, aku segera menuju kekamar untuk ganti baju setelah sebelumnya ngaji sebentar dan muroja’ah hafalan. Seperti biasa juga, ketika sedang ngaji, teman-teman satu kamar pasti berseliweran kesana kemari, keluar masuk, naik turun entah apa yang dicari (seandainya,,, aku tahu isi hati ...