Sebenarnya sejak kemarin aku pingin postingin tulisan ini, tapi tertunda karena banyak hal, yang jelas berkenaan dengan hati.
Sesuai judul postingan diatas, tulisan ini memang aku persembahkan buat seseorang, siapa lagi kalo bukan mbak Nyun-Nyun. Nama itu memang kedengaran lucu Nyun + Nyun, dan aku yakin itu bukan nama samaran, eh maksudnya bukan nama sebenarnya. Entah, siapa nama mbak ini yang asli, Inul, Yuyun atau siapa, tapi memang setahu saya, dalam blogging word (halah pake' istilah ingglis segala') biasanya, orang2 nggak pake' nama asli mereka, ndak tahu karena malu atau karena biar lebih wah, atau apa, yang jelas seolah-olah mereka menjadi diri mereka yang lain/beda (hanya perkiraan, belum diteliti).
Dan mbak yang satu ini tampaknya juga begitu. Aku sangat haqqul yakin jika ku kirim email dan tanya nama dia sebenarnya, dia nggak bakalan ngaku.
Langsung aja, emangnya kenapa sih kok mbak Nyun-Nyun dapat ucapan terima kasih ??? meskipun, sebenarnya semua bloggger juga dapat ucapan ini. Jadi ceritanya begini:
Pada suatu hari (kayak mau dongeng), aku berkunjung ke blognya mbak Nyun-Nyun yang katanya Jomblo (meski sebenarnya aku nggak yakin sih, lha wong kayaknya dia cantik... hush) . Sebagaimana adat orang lagi bertamu, paling tidak ucapkan salam dan menyampaikan keperluan, begitupun dengan diriku. Aku baca postingan dia yang paling up to date (hari itu), plus koment. Aku nggak nyangka kalo koment ku direspon positif oleh dia. Terang aja, aku selaku blogger pemula dan nggak tahu apa-apa jadi kege-eran. Coba tebak, apa yang dia bilang????
eeitts...entar dulu sebelumnya aku koment apa sih dalam blognya??? Aku bilang kalo aliran tulisan dia nggak jelas alirannya tapi kok bisa bertahan ya?? (meski aku takut kalo dia bakalan marah ngebacanya). Ehh, dia malah tertawa sendiri, dan yang yang bikin jengkel dia malah dapat ide buat posting. Kupikir gila bener bloggerwati satu ini, kok mudahnya ide-ide posting/menulis mampir begitu saja. Aku saja yang sudah berkali-kali ikut pelatihan menulis, baik formal maupun nonformal, masih puyeng kalo harus mencari ide tulisan.
Dan ini, yang buat aku ngucapin terimakasih buat dia, dia buka rahasia keberhasilannya melalui postingan berikutnya. Kalau ternyata nulis itu hanya simple saja. Apa kata dia (jangan ditebak) "Jauhi Tuntutan, Menulislah dengan Hati!" (persis kayak ungkapan penulis senior saja).
Isi postingannya, kenapa aktivitas menulis dia dapat bertahan?, karena nggak harus ngopeni atau memberi makan (yang ini aku kurang setuju), nggak habisin uang (tambah nggak percaya), tinggal mengeluarkan semua yang ada di "kepala" kalo ada(??????? tambah ngawur). Intinya menulislah dengan hati, jangan coba-coba mendekati tuntutan apapun itu.
Jujur, sebagai blogger anyar, aku jadi termotivasi untuk tetap ngeblog, meski harus habisin uang (moga tidak). Yang jelas, tulisan anda, Mrs. Nyun-Nyun membuat ngeblog ku semakin ngeblog. Terima kasih atas semua. (begini jadinya kalo blogger lagi GR, maunya memuji terus).
Terakhir, tulisan dia : "nulis yang ada difikiran lebih mudah dari pada memikirkan apa yang akan di tulis" akan aku coba terapkan dan semoga pikiran ini akan tetap ada.The last, I want to say thank's for you Mrs. Nyun-Nyun .....
note : Semoga nggak berlebihan
******.................................................*****