Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!”
“Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?”
“Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan.
“Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?”
“Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

monggo dipun lanjut



 
 
Bismillahirrohmaanirrohiim….
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS 9:20

1. Berubahlah menjadi seperti jempol
Jempol memiliki kelebihan, dia selalu melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik.
Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling banyak manfaatnya
Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah… (QS 3:110)

Tiada kesuksesan tanpa ada kebaikan dalam dirinya… semakin anda memberikan kebaikan kepada orang lain maka semakin dekat anda kepada kesuksesan. Kesuksesanan bukan terukur pada seberapa banyak anda memiliki uang, tapi seberapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari diri anda….

2. Berubahlah menjadi seperti telunjuk

monggo dipun lanjut


Sesungguhnya Islam telah mengenal arti dan nilai dari sebuah senyuman, jauh sebelum ia dipelajari dalam disiplin ilmu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam guru manusia bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah…”
Jarir bin Abdullah al-Bajali berkata, “Tidaklah Rasulullah melihatku, kecuali dia selalu tersenyum di depanku…” yang demikian itu karena beliau mengetahui bahwa senyuman adalah jalan yang lapang menuju hati. Dialah wasilah yang dapat memikat hati, kunci emas untuk segala perbendaharaan dan pembuka kesempitan dada…”

Adapun bermuka masam lagi muram maka ia adalah lawan dan kebalikan dari senyuman. Ia menutup pintu hati dan mengunci jalan yang mengantarkan kepadanya. Orang yang selalu murung mencerminkan jiwanya yang selalu sempit dan sengsaranya.

monggo dipun lanjut


Ketika sedang berkunjung di blog teman, ada sebuah tulisan yang menggugah hati ini untuk pantang menyerah hadapi kehidupan meski cobaan mendera. Berkisah tentang nasehat salah seorang ustadznya sebelum ia berangkat menuntu ilmu. Simak langsung aja ya...! Semoga dapat kita ambil hikmahya.

Bersabarlah….Semua Pasti ada HIKMAH-nya
Masih teringat jelas dalam ingatanku, salah satu pesan yang diberikan oleh ustadzku di Desa ketika aku hendak menempuh pendidikan di Surabaya. Ketika itu, ustadzku bilang “Dimanapun kamu tinggal, terutama di lingkungan pesantren, kamu harus rela berkorban. Baik itu berkorban dengan hartamu, dengan waktu yang kamu miliki, maupun berkorban perasaan sekalipun”.

monggo dipun lanjut


            Tanggal 1 Muharram merupakan hari bersejarah bagi ummat Islam. Pada saat itulah, babak hidup baru dimulai, karena bulan ini adalah bulan hijrah. 1 Muharram tahun ini, tidak akan terulang meskipun kita akan berjumpa dengannya berulang-ulang, maka semoga kita dapat memanfaatkan moment ini dengan semaksimal mungkin, dengan segala daya dan upaya yang kita miliki.
             Hijrah, jika kita memaknainya sebagai perubahan, maka saat inilah kita seharusnya berhijrah dari kondisi yang buruk menjadi baik dan jika sudah baik seharusnya kita tidak lengah untuk segera berubah kearah yang lebih baik. Berubah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari pola pikir yang tidak terarah kearah cara pandang Islam, dari lalai pada kondisi siaga dan perubahan-perubahan lainnya yang berorientasi pada kebaikan. Meskipun, pada hakikatnya hijrah dari keburukan menuju kebaikan seharusnya selalu kita tanamkan dalam hati, tentu kita masih ingat jika Rasulullah pernah mewanti-wanti jika masa akan datang lebih buruk dari sekarang, kita termasuk golongan yang merugi. Maka memperbaiki kebiasaan buruk kita menjadi baik dan lebih baik adalah langkah bijak dalam memaknai saat-saat hidup kita, karena waktu yang berlalu takkan pernah terulang.

monggo dipun lanjut


Sebenarnya sejak kemarin aku pingin postingin tulisan ini, tapi tertunda karena banyak hal, yang jelas berkenaan dengan hati.


Sesuai judul postingan diatas, tulisan ini memang aku persembahkan buat seseorang, siapa lagi kalo bukan mbak Nyun-Nyun. Nama itu memang kedengaran lucu Nyun + Nyun, dan aku yakin itu bukan nama samaran, eh maksudnya bukan nama sebenarnya. Entah, siapa nama mbak ini yang asli, Inul, Yuyun atau siapa, tapi memang setahu saya, dalam blogging word (halah pake' istilah ingglis segala') biasanya, orang2 nggak pake' nama asli mereka, ndak tahu karena malu atau karena biar lebih wah, atau apa, yang jelas seolah-olah mereka menjadi diri mereka yang lain/beda (hanya perkiraan, belum diteliti).


Dan mbak yang satu ini tampaknya juga begitu. Aku sangat haqqul yakin jika ku kirim email dan tanya nama dia sebenarnya, dia nggak bakalan ngaku.


Langsung aja, emangnya kenapa sih kok mbak Nyun-Nyun dapat ucapan terima kasih ??? meskipun, sebenarnya semua bloggger juga dapat ucapan ini. Jadi ceritanya begini:


Pada suatu hari (kayak mau dongeng), aku berkunjung ke blognya mbak Nyun-Nyun yang katanya Jomblo (meski sebenarnya aku nggak yakin sih, lha wong kayaknya dia cantik... hush) .   Sebagaimana adat orang lagi bertamu, paling tidak ucapkan salam dan menyampaikan keperluan, begitupun dengan diriku. Aku baca postingan dia yang paling up to date (hari itu), plus koment. Aku nggak nyangka kalo koment ku direspon positif oleh dia. Terang aja, aku selaku blogger pemula dan nggak tahu apa-apa jadi kege-eran. Coba tebak, apa yang dia bilang????


eeitts...entar dulu sebelumnya aku koment apa sih dalam blognya??? Aku bilang kalo aliran tulisan dia nggak jelas alirannya tapi kok bisa bertahan ya?? (meski aku takut kalo dia bakalan marah ngebacanya). Ehh, dia malah tertawa sendiri, dan yang yang bikin jengkel dia malah dapat ide buat posting. Kupikir gila bener bloggerwati satu ini, kok mudahnya ide-ide posting/menulis mampir begitu saja. Aku saja yang sudah berkali-kali ikut pelatihan menulis, baik formal maupun nonformal, masih puyeng kalo harus mencari ide tulisan.


Dan ini, yang buat aku ngucapin terimakasih buat dia, dia buka rahasia keberhasilannya melalui postingan berikutnya. Kalau ternyata nulis itu hanya simple saja. Apa kata dia (jangan ditebak) "Jauhi Tuntutan, Menulislah dengan Hati!" (persis kayak ungkapan penulis senior saja).


Isi postingannya, kenapa aktivitas menulis dia dapat bertahan?, karena nggak harus ngopeni atau memberi makan (yang ini aku kurang setuju), nggak habisin uang (tambah nggak percaya), tinggal mengeluarkan semua yang ada di "kepala" kalo ada(??????? tambah ngawur). Intinya menulislah dengan hati, jangan coba-coba mendekati tuntutan apapun itu. 


Jujur, sebagai blogger anyar, aku jadi termotivasi untuk tetap ngeblog, meski harus habisin uang (moga tidak). Yang jelas, tulisan anda, Mrs. Nyun-Nyun membuat ngeblog ku semakin ngeblog. Terima kasih atas semua. (begini jadinya kalo blogger lagi GR, maunya memuji terus).


Terakhir, tulisan dia : "nulis yang ada difikiran lebih mudah dari pada memikirkan apa yang akan di tulis"  akan aku coba terapkan dan semoga pikiran ini akan tetap ada.The last, I want to say thank's for you Mrs. Nyun-Nyun .....




note : Semoga nggak berlebihan

******.................................................*****


Cukup sukses hari ini? Yah cukup hari ini. Ambil hikmah dari masa lalu dan aplikasikan untuk meraih sukses hari ini. Bagaimana dengan besok? Itu adalah urusan besok dan apa yang Anda lakukan dengan sukses hari ini, akan bermanfaat untuk hari esok.
Saya pernah naik angkutan kota, disana ada sebuah stiker yang bertuliskan: “Hari Ini Bayar, Besok Gratis.” Yang menjadi pertanyaan, pernahkah Anda bayar angkot gratis? Ini filosofinya.
Kalau begitu, artinya setiap hari donk! Iya… jika Anda memiliki prinsip “Saya akan sukses hari ini“, maka otomatis Anda akan sukses setiap hari. Lalu apa manfaat dari prinsip ini? Fokus!
Jika Anda fokus, maka hasil kerja Anda akan optimal. Seperti sebuah kaca pembesar yang memfokuskan sinar matahari ke satu titik mampu membakar apa yang dikenainya. Kekuatannya jauh lebih dahsyat dibanding tidak difokuskan.
Jadi, mulai sekarang fokuskan perhatian Anda pada hari ini. Apa pekerjaan Anda hari ini? Lakukan dengan sukses. Masa lalu, hanya meninggalkan hikmah untuk Anda. Pahit atau manis pengalaman masa lalu, keduanya memiliki hikmah yang positif dan bisa Anda manfaatkan untuk hari ini.
Sementara, lupakan pekerjaan hari esok karena itu urusan besok. Jika pekerjaan Anda sukses hari ini, maka pekerjaan hari esok akan jauh lebih mudah dan lebih baik. Hari esok bisa sukses, jika hari ini Anda sukses. Kesuksesan hari ini, adalah kunci mempersiapkan masa depan Anda yang gemilang.
Jika pekerjaan Anda besar, tidak bisa dilakukan dalam satu hari, maka pecahkanlah menjadi pekerjaan harian. Dan, lakukan pekerjaan harian Anda sebaik mungkin, maka pekerjaan besar Anda pun akan sukses setelah melewati hari-hari sukses.
Jangan lupa, diujung hari, syukuri kesuksesan Anda. Agar Allah menambah nikmat kepada kita, salah satunya kesuksesan untuk hari esok. Jika hari ini tidak sesuai dengan apa yang Anda inginkan, Anda tetap sukses. Anda sudah memiliki hikmah untuk bekal di hari esok.
Jadi, awali setiap pagi dengan niat “Insya Allah, saya sukses hari ini.” Setelah memancangkan niat, maka ayunkan langkah Anda untuk meraih sukses tersebut. Fokuskan pikiran Anda pada pekerjaan hari ini. Sambil tetap berdo’a dan bertawakal kepada Allah.
Kita tidak bisa kembali ke masa lalu dan esok masih ghaib. Sukseslah hari ini saja.
Sukses untuk Anda, dan juga saya.

source: Motivasi Islami
Judul Asli : Sukses hari ini saja