Postingan

Pelajaran dari Sebuah Jam

Gambar
Seorang pembuat jam berkata kepada jam yang sedang dibuatnya. “Hai jam, sanggupkah kamu berdetak 31.104.000 kali selama setahun?” “Ha?! Sebanyak itukah?!” kata jam terperanjat, “Aku tidak akan sanggup!” “Ya sudah, bagaimana kalau 86.400 kali saja dalam sehari?” “Delapan puluh ribu empat ratus kali?! Dengan jarum yang ramping seperti ini?! Tidak, sepertinya aku tidak sanggup,” jawab jam penuh keraguan. “Baik, bagaimana jika 3.600 kali dalam satu jam?” “Dalam satu jam berdetak 3.600 kali? Tampaknya masih terlalu banyak bagiku.” Jam bertambah ragu dengan kemampuannya.

Sukses dengan “Program Hijrah”

Dzulhijjah telah berakhir; dan  Muharram pun datang menyapa. Tahun kalender Hijriah pun beralih dari 1432 menuju 1433. Hal ini mengingatkan kita pada salah satu peristiwa terpenting dalam sirah Rasulullah, yaitu hijrahnya Nabi dan para sahabat dari Makkah ke Madinah. Apa hikmah yang bisa kita petik dari peristiwa ini? Makna Hijrah          Berbicara tentang hijrah, maka penting kiranya kita mengetahui makna yang terkandung di dalamnya. Hijrah bisa bermakna berpindah ke sesuatu yang lebih baik. Beralih ke tempat yang lebih baik, keadaan yang lebih baik, perbuatan yang lebih baik dan sesuatu lainnya yang lebih baik. Dan memang itulah yang dilakukan oleh Rasulullah pada 14 abad silam saat melakukan hijrah.

Kembalilah

Gambar
Desah nafas menderu berpacu dengan hasrat yang kian memuncak Terpesona dengan kehangatan fatamorgana Nan semu bermahkotakan jemu Namun apa daya .... Kala nurani tak lagi mampu memilah Antara nista dan mulia Hitam maupun putih

Wake Up!!!

Gambar
Yaaa ..... Bangkitlah! Lupakan sisi gelap masa lalumu. Awali babak baru (asal jangan babak belur) sekarang juga. Apa saja kegagalan yang telah menimpamu; gagal belajar, bekerja, hubungan asmara, menikah apa pun itu. Mulailah sesuatu yang baru agar dapat menghiburmu serta melupakan kegagalan-kegagalanmu.

5 Cara Efektif Melakukan Perubahan Dahsyat

Gambar
    Bismillahirrohmaanirrohiim…. Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS 9:20 1. Berubahlah menjadi seperti jempol Jempol memiliki kelebihan, dia selalu melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik. Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling banyak manfaatnya Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah… (QS 3:110) Tiada kesuksesan tanpa ada kebaikan dalam dirinya… semakin anda memberikan kebaikan kepada orang lain maka semakin dekat anda kepada kesuksesan. Kesuksesanan bukan terukur pada seberapa banyak anda memiliki uang, tapi seberapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari diri anda…. 2. Berubahlah menjadi seperti telunjuk

Jangan Sia-siakan Waktumu

"Jagalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara; Masa mudamu sebelum masa tuamu; masa sehatmu sebelum masa sakitmu; masa kayamu sebelum masa miskinmu; masa hidupmu sebelum datang kematianmu; masa luangmu sebelum masa sempitmu." (HR. Hakim dengan sanad shahih). Ungkapan diatas tentu telah banyak diketahui orang. 

SMILE Please!!!!

Gambar
Sesungguhnya Islam telah mengenal arti dan nilai dari sebuah senyuman, jauh sebelum ia dipelajari dalam disiplin ilmu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam guru manusia bersabda: تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah…” Jarir bin Abdullah al-Bajali berkata, “Tidaklah Rasulullah melihatku, kecuali dia selalu tersenyum di depanku…” yang demikian itu karena beliau mengetahui bahwa senyuman adalah jalan yang lapang menuju hati. Dialah wasilah yang dapat memikat hati, kunci emas untuk segala perbendaharaan dan pembuka kesempitan dada…” Adapun bermuka masam lagi muram maka ia adalah lawan dan kebalikan dari senyuman. Ia menutup pintu hati dan mengunci jalan yang mengantarkan kepadanya. Orang yang selalu murung mencerminkan jiwanya yang selalu sempit dan sengsaranya.