Postingan

Seuntai Pesan Untuk Sri (1)

Sri ... sayangku ... kutahu begitu besarnya cintamu padaku yang menggebu bagai ombak di lautan biru Sri...  Kau juga tahu, berat untukku meninggalkanmu dan tak ingin jauh darimu Sri............... Cintaku Kita pun telah sama-sama tahu Orang tua kita telah setuju dengan hubungan yang kita jalin

Titip Pesan SingkaT (SMS)

Begini nieh, kalo hape merk murahan plus jadul, nggak bisa nampung sMs melimpah, apalagi video, lagu2 yng lagi tren, terbatas lah pokonyka. Baru menerima 10 pesan saja, sudah ada peringgatan “Sms tidak masuk karena Penuh”. Mau dihapus eman soale smsnya bermuatan pesan-pesan, kalo nggak dihapus ntar jika ada sms penting nggak tahu. Hape yg skrg kupegang adalah Nokia 3315, warisan dari salah seorang temen. Itu pun sering error, dan kalau udah githu aku banting aja, eh nyala lagi… Alhamdulillah ….  Mau pake Hp yang agak keren dikit blackbery, bluEbery atau bery-bery, khawatir kalo tertangkap ama pengasuh pesantren kerugian yang bakal ku derita banyak, mending dipertahankan (he he ceritanya hp ini agak Ilegal gitu)..
  Your 'Private' Facebook Messages Are Recorded & Seen   Your 'Private' Facebook Message has been seen.. Every word you typed in that message was being observed.. All your Facebook clicks are being watched... That Photo you just saw has been recorded.. Your every word is being tracked.. Even what time you made it is known.. That profile you went onto is recorded.. The comment you made on your friend's status is observed.. Line by line.. Word by word.. Letter by letter.. That poke you gave is recorded.. Did you know even as you read this, you're being watched? As I type this, I am being seen.. That Islamic group you made, is recorded.. That Islamic Society link you put up, is noted down.. The Wedding photo you uploaded recently is observed closely.. You're being watched on Facebook and so I am.. Everyday... Every Hour... Every Minute... Every Second... Watched... Observed... Recorded... Noted... Nothing is hidden. Even your Inte...

Secuil Harapan

Ketika sedang berkunjung di blog teman , ada sebuah tulisan yang menggugah hati ini untuk pantang menyerah hadapi kehidupan meski cobaan mendera. Berkisah tentang nasehat salah seorang ustadznya sebelum ia berangkat menuntu ilmu. Simak langsung aja ya...! Semoga dapat kita ambil hikmahya. Bersabarlah….Semua Pasti ada HIKMAH-nya Masih teringat jelas dalam ingatanku, salah satu pesan yang diberikan oleh ustadzku di Desa ketika aku hendak menempuh pendidikan di Surabaya. Ketika itu, ustadzku bilang “Dimanapun kamu tinggal, terutama di lingkungan pesantren, kamu harus rela berkorban. Baik itu berkorban dengan hartamu, dengan waktu yang kamu miliki, maupun berkorban perasaan sekalipun”.

Dakwah itu Mudah Lho!!!

Gambar
Sedianya, tulisan ini mau diikutkan lomba "Menulis Resensi" pada Hari Buku, beberapa hari yang lalu. Tapi karena aku telat akhirnya nggak jadi disetorin. Akhirnya terbersit untuk dipostingkan aja. Karena ini yang pertama, pasti banyak salah, entah dalam susunan kalimat maupun penggunaan bahasa. Berharap temen-temen blogger berkenan untuk memberi masukan. Judul Buku        : 1001 Cara Beerdakwah (Sukses Berdakwah Kapan pun dan di Mana pun Penulis               : Abdullah Ahmad Al-'Allaf Penerjemah     : Ardiansyah Ashri Hussein Penerbit            : Ziyad Visi Media, Surakarta, Cetakan Pertama Ramadhan 1429 H/ September 2009 Tebal                  : Cover + 375 Halaman   DAKWAH ITU ‘MUDAH’ LHO!!!!   Jika kita mendengar istilah atau kata ‘dakwah’, yang sering terlintas dalam pikiran kita adalah seorang ustadz atau da’i yang se...

Heiiii......!!! Bau Mulutmu Harimaumu

Gambar
 Aku mempercepat langkahku menuju masjid Aqshal madinah yang terletak di depan asrama kami agar tidak ketinggalan shalat Shubuh. Berusaha agar tidak tidak terjangkiti penyakit buru-buru aku menahan sekuat mungkin keinginan untuk berlari mengejar ketertinggalan shalat berjamaah seperti yang dilakukan santri-santri SMP. Namun meski telah berusaha, aku tetap saja masbuk satu raka'at. Sebenarnya aku sudah bosan dengan keadaan ini, yaitu terlalu seringnya tertinggal untuk menjalankan shalat Shubuh berjama'ah. Bahkan, terkadang meskipun telah bangun lebih awal aku juga masih masbuk juga. Aku jadi malu dengan imam shalat yang selalu membalikkan badannya, berdzikir sambil melihat jama'ah shalat. Dan aku yakin, dia pasti melihatku dan hafal dengan wajahku. "Yee....Anak ini lagi..." mungkin dia berfikir seperti itu (semoga saja aku salah). Aaaah.... seharusnya aku lebih malu kepada Allah atas semua keteledoran ini.

Anak-anak yang Nakal

Kemaren sore, aku berkesempatan untuk silaturahmi ke rumah ustadz sekaligus dosenku. Kunjungan ini memang tidak direncanakan jadi, persiapannya pun seadanya. Ceritanya, ketika sedang asyik ngobrol dengan seorang teman sehabis shalat ashar di masjid, tiba-tiba muncul salah seorang mantan takmir menghampiri kita. Kemudian ikut nimbrungin tema obrolan yang kita bicarakan. Tidak tahu dari mana jluntrungnya (jawa: asal-usulnya), dengan tanpa ba bi bu aku keceplosan ngomong: "Aku kok pinginnya makan yang enak-enak ya???".  Temanku yang pertama tadi nyletuk: "udah bosen makanan dapur tho pak???" (ndak, tahu kenapa kita terbiasa manggil teman kita dengan sebutan pak, bukan akhiy...atau yang lain, hingga suatu ketika aku ada pengalaman lucu pas lagi jajan di warung. Temanku bilang, "pesan apa pak?", terang aja pemilik warung terheran dan terbengong, haah...... baapak??? anak sekecil ini kok udak jadi bapak ya? mungkin dia berpikir begithu, padahal kawin aja belum....