Postingan

"Ainul"

Beberapa hari nggak posting membuat semangat ngeblokku jadi kendur. Ndak tahu kenapa? kadang sempat terpikir, "apa aku memang ndak ada bakat ngeblog ya???", sehingga laman blog terbengkalai harus aku relakan. Pada kesempatan kali ini, hanya posting arsip puisi yang sempat aku comot dari blog temenku. Aku belum begitu paham apa maksud puisi ini, semoga pembaca mengetahuinya. Sebenarnya, puisi ini tanpa judul, kemudian mengambil salah satu kata isi, puisi ini keberi judul "Ainul".                "Ainul" Cempaka putih itu Layu.... Gugur ke telaga seputih salju Ribuan pasang mata-mata tersentak

1 Muharram, saatnya kita berubah kearah yang lebih baik

            Tanggal 1 Muharram merupakan hari bersejarah bagi ummat Islam. Pada saat itulah, babak hidup baru dimulai, karena bulan ini adalah bulan hijrah. 1 Muharram tahun ini, tidak akan terulang meskipun kita akan berjumpa dengannya berulang-ulang, maka semoga kita dapat memanfaatkan moment ini dengan semaksimal mungkin, dengan segala daya dan upaya yang kita miliki.              Hijrah, jika kita memaknainya sebagai perubahan, maka saat inilah kita seharusnya berhijrah dari kondisi yang buruk menjadi baik dan jika sudah baik seharusnya kita tidak lengah untuk segera berubah kearah yang lebih baik. Berubah dari kemaksiatan menuju ketaatan, dari pola pikir yang tidak terarah kearah cara pandang Islam, dari lalai pada kondisi siaga dan perubahan-perubahan lainnya yang berorientasi pada kebaikan. Meskipun, pada hakikatnya hijrah dari keburukan menuju kebaikan seh...

Kenapa Kotori Mulut Kita ???

Bagaimanakah perasaanmu jika diumpat-umpat oleh orang yang tidak kau dikenal??? padahal kamu tidak bersalah. Atau mungkin kau mengenalnya dan kau melakukan kesalahan (sedikit/buannyak, karena pada hakekatnya kita memang diberi kelebihan mudah melakukan kesalahan), apakah kita akan sakit hati???? Apalagi mengumpatnya bukan sembarang umpatan, akan tetapi umpatan kelas kakap, Kalo bahasa jawanya dipisuhi, Ingglisnya diFucky, Arabnya di bahluli, Jepangnya dikotomi, dan lain-lainlah. Intinya, kamu pasti tidak suka kan??? nggak berkenan kan?? Naluri manusia (yang masih nor... lho..), pasti nggak enak hati jika ada orang yang meremehkan, mengumpat, memarahi, melecehkan atau apalah yang berkonotasi menrendahkan atau menjatuhkan jati dirinya. Hati kecilnya pasti akan miris banget, dan memubuatnya memendam dendam yang nggak ketulungan, dan mungkin si korban ingin membalas dengan balasan setimpal bahkan lebih.

Untukmu sahabat-sahabatku

kumandang adzan shubuh mendayu menyibak kegelapan malam. ketika raga ini lelah untuk membuka mata, ketika jiwa ini berat menyambut panggilanmu ya Allah kau datang menghampiri berharap ada tautan indah darimu mencoba bersama menuju keridhaan-nya tetapi.... aku hanya diam.... aku tuli akupun bisu.......... tidakkah aku berfikir...? aku hanyut aku terlena aku ..... dan aku.... sahabat...  semua salahku marah saja jika ingin marah bencilah aku jika itu kebaikan untukmu tetapi.... izinkan aku sentuh relung hatimu...

Syamilah oh Syamilah......

Gambar
Dua hari kemarin, aku benar-benar dibuat jengkel ama "Syamilah". Gara-gara dia proposal skripsiku jadi terbengkalai, udah githu pake ditambah masuk angin segala. Dia kok sok banget ya,,, mentang-mentang disayang ama ustadz-ustadz. Syamilah yang satu ini memang beda dari versi Syamilah sebelumnya, lebih gedhe, lebih lengkap plus lebih mantap. Bayangkan saja, kapasitasnya aja 14,9 Gb hampir 15 Gb dan yang paling nyebelin, ekstrak filenya butuh waktu ber-jam-jam, kalau tidak salah hampir 15 jam (yang terhitung, juga tergantung dengan spesifikasi komp/laptop). Biasanya, jika aku instal aplikasi ini waktu dan kecepatan ekstark software ini standar sesuai dengan keterangan diatas. Tapi, kemarin ketika sedang mempermak lap-y ustadz Kholiq, aku benar-benar dibuatnya jengkel. Masa ekstrak filenya sampai 1 hari penuh??? Udah githu, ustadz Kholiqnya nanyakan terus, apa suadah selesai belum???? kira-kira apanya yang bikin lama??? padahal Dell in khan baru 1 tahun yang lalu belinya. Dan...

saat senja bersamamu

Gambar
Senja itu masih ada Saat kau lambaikan tangan, tanda perpisahan Senja itu... masih ada... Senja itu masih ada Ketika kau menangis, mengemis iba Senja itu..... kan selalu ada              Senja itu, masih ada              Disaat aku selalu mengalah              Untuk tetap bertahan meski lara tertahan              Dan kaupun menghilang             Masihkah senja itu ada..........                              ********************** Surabaya, 23 - 11 10 pukul 00:43, ketika keheningan malam semakin mengheningkan kesendirian .

Makan Enak Vs Enak Makan (my first diary)

Gambar
Ada ungkapan lama yang nggak bakalan lekang dimakan usia dan patut dijadikan bahan renungan: “Hidup untuk makan atau makan untuk hidup?” Idealnya, kita makan untuk hidup, namun seringkali kita lupa,sehingga menganggap kalau hidup kita hanya untuk makan. Postingan kali ini bukan mau membahas itu, apalagi berfilosofi tentangnya (nggak nyampe sob). Aku hanya ingin bercerita saja tentang kejadian yang kualami dalam aktivitas keseharian (makanya aku labelin mydiary (meski lebih tepat disebut uneg-uneg, biar ngejreng githu).  Tentu saja cerita yang ada kaitannya dengan makan-memakan sesuai judul. Ha ha ha hemmm nyaem-nyaemmmm…... Siang tadi, seperti biasa selepas shalat dhuhur di masjid kampusku “Aqsal Madinah”, aku segera menuju kekamar untuk ganti baju setelah sebelumnya ngaji sebentar dan muroja’ah hafalan. Seperti biasa juga, ketika sedang ngaji, teman-teman satu kamar pasti berseliweran kesana kemari, keluar masuk, naik turun entah apa yang dicari (seandainya,,, aku tahu isi hati ...