Bismillahirrohmaanirrohiim….
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. QS 9:20

1. Berubahlah menjadi seperti jempol
Jempol memiliki kelebihan, dia selalu melakukan yang terbaik, menjadi yang terbaik.
Sebaik-baiknya kamu adalah yang paling banyak manfaatnya
Sebaik-baiknya kamu adalah yang belajar Al Quran dan mengajarkannya
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah… (QS 3:110)

Tiada kesuksesan tanpa ada kebaikan dalam dirinya… semakin anda memberikan kebaikan kepada orang lain maka semakin dekat anda kepada kesuksesan. Kesuksesanan bukan terukur pada seberapa banyak anda memiliki uang, tapi seberapa banyak orang yang mendapatkan manfaat dari diri anda….

2. Berubahlah menjadi seperti telunjuk

monggo dipun lanjut



Sesungguhnya Islam telah mengenal arti dan nilai dari sebuah senyuman, jauh sebelum ia dipelajari dalam disiplin ilmu. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam guru manusia bersabda:
تَبَسُّمُكَ فِيْ وَجْهِ أَخِيْكَ صَدَقَةٌ
“Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah…”
Jarir bin Abdullah al-Bajali berkata, “Tidaklah Rasulullah melihatku, kecuali dia selalu tersenyum di depanku…” yang demikian itu karena beliau mengetahui bahwa senyuman adalah jalan yang lapang menuju hati. Dialah wasilah yang dapat memikat hati, kunci emas untuk segala perbendaharaan dan pembuka kesempitan dada…”

Adapun bermuka masam lagi muram maka ia adalah lawan dan kebalikan dari senyuman. Ia menutup pintu hati dan mengunci jalan yang mengantarkan kepadanya. Orang yang selalu murung mencerminkan jiwanya yang selalu sempit dan sengsaranya.

monggo dipun lanjut